Perhatikah detak jantungmu agar bersepeda lebih sehat


Berolahraga memang supaya sehat, tetapi ada hal yang perlu diperhatikan. Asal-asalan berolahraga bukannya menambah sehat tetapi malah jatuh sakit. Berolahraga berlebihan juga bisa membebani jantungmu loh!

Bersepeda adalah salah satu olahraga low impact, yang sangat baik dilakukan karena resiko pada sendi cenderung lebih kecil. Tetapi dengan intensitas yang lebih tinggi juga bisa berpengaruh pada organ tubuhmu yang lain.

Beberapa pesepeda professional menggunakan heart rate monitor ketika berlatih, hal ini penting untuk mengenahui detak jantung maksimal agar latihan mereka pun tidak overdosis. Bukan hanya untuk professional saja loh sebenarnya memonitor detak jantung ini, kaum awam atau orang tua pun harus memperhatikan detak jantung mereka ketika bersepeda, karena berbeda usia berbeda juga detak jantung maksimal yang sesuai pada saat melakukan aktivitas fisik.

Bagaimanakah cara menghitang detak jantung maksimal dengan mudah?

Kurangi 220 dengan usia Anda

Contohnya, jika Anda berusia 30 tahun. Maka, 220–30 = 190 kali/menit. Angka ini adalah detak jantung maksimal yang seharusnya Anda dapatkan saat sedang berolahraga, dengan kata lain tidak baik apabila Anda melewati batas maksimal ini.

Berikut adalah klasifikasi intensitas berdasarkan detak jantung:

  1. Intensitas rendah, apabila detak jantung Anda 57%-63% dari detak jantung maksimal Anda.
  2. Intensitas sedang, apabila detak jantung Anda 64%-76% dari detak jantung maksimal Anda.
  3. Intensitas kuat, apabila detak jantung Anda 77%-99% dari detak jantung maksimal Anda.

Contohnya, jika Anda berumur 30 tahun sedang berolahraga dan detak jantung Anda 180 kali/menit. Maka olahraga yang Anda lakukan intensitasnya kuat karena:

Detak jantung termonitor saat berolahraga x 100% = Klasifikasi intensitas
            Detak jantung maksimal

180 x 100% = 94,7% (Intensitas kuat)
190

Mudahnya Anda dapat melakukan tes bicara disaat beraktivitas fisik, berikut klasifikasinya:

  • Anda sudah melakukan aktivitas bersepeda sedang jika masih dapat berbicara tetapi tidak bisa bernyanyi sambil beraktivitas.
  • Anda sudah melakukan aktivitas aerobik yang kuat jika hanya bisa mengucapkan beberapa kata sambil beraktivitas.
  • Anda sudah melebihi batas maksimum intensitas berolahraga jika tidak dapat berbicara saat beraktivitas.
  • Anda melakukan aktivitas bersepeda yang intensitasnya rendah atau bahkan tidak berolahraga cukup intens jika masih dapat bernyanyi sambil beraktivitas.

Lalu, sebaiknya intensitas seperti apa yang Anda lakukan selama beraktivitas fisik? Aktivitas sedang adalah yang paling aman dilakukan bagi kebanyakan orang. Tapi, ada baiknya untuk berkonsultasi dahulu pada dokter jika kamu belum rutin berolahraga ataumemiliki masalah kesehatan. Anda juga bisa meningkatkan intensitas secara bertahap apabila Anda tidak memiliki kendala Kesehatan dan rutin berlatih.

Artikel ini ditulis oleh dr. Surya Santosa
Dokter Team Pondok Indah Medical Centre
Koordinator medis ISSI DKI Jakarta

Koleksi Heart Rate

Copyright © 2020 PT Rodalink Indo Tama, CV Roda Lintas Khaulistuwa. All rights reserved.