Tutorial Menyetel Rem Sepeda Ramah Untuk Pemula
Sebagai salah satu komponen yang vital, rem menjadi part sepeda yang wajib kamu periksa secara rutin dan berkala. Saat kampas rem bersentuhan dengan bagian rotor atau velg dalam waktu yang lama maka mekanisme tersebut dapat menurunkan performa rem sepeda dan menghambat laju roda.
Oleh karena itu, rem sepeda harus diperiksa secara rutin dan disetel agar rem selalu dalam kondisi terbaik. Selain karena alasan keamanan, rem sepeda yang rutin mendapatkan service berkala juga lebih nyaman saat digunakan.
Rim Brake vs. Disc Brake
Sebelum masuk lebih dalam ke penjelasan menyetel rem sepeda. Alangkah lebih baik kita mengenali jenis rem sepeda yang ada di pasaran. Disk brake & rim brake merupakan dua jenis rem sepeda yang paling sering digunakan. Rim brake atau yang sering dikenal dengan U-brake dan rem kaliper ini memakai lapisan pelek sepeda untuk melakukan pengereman. Sedangkan, disc brake atau rem cakram, memakai piringan cakram (disc) sebagai area pengereman.
Rim brake cenderung lebih murah dan ringan dibandingkan disc brake. Akan tetapi, rem ini dapat mengikis lapisan pelek pada sepeda lebih cepat, sehingga kamu harus mengeluarkan biaya mengganti pelek. Sedangkan disc brake cenderung lebih mahal dan berat, akan tetapi rem jenis disk menawarkan performa yang lebih baik di segala kondisi dan kamu hanya perlu mengganti bagian piringan cakramnya saja.
Cara Mengatur Rem Sepeda
Berikut tutorial cara menyetel rem sepeda yang ramah untuk pemula:
1. Rasakan Ketegangan Rem Sepeda
Salah satu cara paling mudah untuk bisa mengetahui apakah rem sepeda butuh di setel atau tidak, kamu perlu merasakan ketegangan rem sepeda. Jika rem sepeda dirasa terlalu longgar atau terlalu keras, maka indikasi tersebut menandakan rem sepeda harus segera disetel ulang.
Kamu juga bisa memeriksa kembali apakah tuas rem menyentuh bagian pegangan stang sepeda? Jika iya, artinya kabel rem sepeda kamu terlalu longgar. Idealnya, terdapat jarak tiga hingga empat sentimeter dari tuas rem ke bagian stang.
2. Mengencangkan Setelan Barel
Setelah mengetahui keadaan rem sepeda yang terlalu longgar atau terlalu kencang, kamu bisa mengatasinya dengan mengatur barel. Untuk menyetel ketegangan rem sepeda dengan baik, pertama-tama coba mengencangkan setelan barel terlebih dahulu.
Mengencangkan atau melonggarkan pengatur barel merupakan salah satu cara paling cepat dan mudah untuk mengatasi permasalahan rem sepeda, terutama jika kamu sedang berkendara di luar. Mengencangkan setelan barel tidak sepenuhnya menyelesaikan masalah rem sepeda, tapi setidaknya kamu bisa memiliki waktu luang untuk sampai di tujuan dengan selamat.
Poin penting untuk setelan barel adalah:
- Kencangkan setelan barel untuk melonggarkan rem sepeda
- Longgarkan setelah barel untuk mengencangkan rem sepeda
3. Melonggarkan Baut Kaliper Rem
Jika tuas rem sepeda masih terasa terlalu kencang atau terlalu longgar setelah mengenyetel ulang barel, maka perlu dilakukan setting yang lebih dalam. Gunakan kunci Allen dan longgarkan kabel dari kaliper dengan cara memutarnya berlawanan dengan arah jarum jam. Saat melonggarkan baut ini kamu harus berhati-hati agar jangan sampai membuka baut kaliper rem seluruhnya. Jika hal ini sampai terjadi, kamu harus memasang ulang rem secara keseluruhan dan hal ini akan menyita banyak waktu.
4. Menyesuaikan Kabel Rem
Setelah memastikan bagian kaliper sudah cukup longgar, tarik kabel rem ke bagian luar dan kencangkan rem. Kamu juga bisa membiarkan kabel ditarik ke bagian dalam untuk mengendurkan rem sepeda. Kalau sepeda kamu menggunakan rem sepeda tipe rem U maka kamu harus memastikan bantalan rem tersebut mempunyai jarak yang cukup dari bagian rim (pelek).
Sebaliknya, jika sepeda kamu menggunakan rem tipe cakram, maka sebaiknya kamu menyisakan ruang yang cukup supaya bagian tuas dapat bergerak lancar ketika kabelnya dikencangkan. Pastikan bantalan rem tidak tertarik terlalu jauh, jika tidak, bantalan rem tidak akan menempel dengan benar pada rotor, sehingga menghambat pengereman.
5. Kencangkan Kembali Baut Kaliper
Ketika kamu sudah menemukan posisi dimana bantalan rem sepeda dapat bekerja secara optimal dan posisi kabel di bagian rim juga sudah cukup kencang, kini saatnya kamu mengencangkan kembali baut kaliper dan mencoba untuk menekan bagian rem.
Jika sampai pada tahap ini, rem sepeda masih dirasa kurang pas dan masih belum bisa memenuhi kebutuhan aktivitasmu, maka kamu harus memeriksa kembali setelan barel sebelumnya dan mengaturnya lagi untuk mengencangkan atau melonggarkan bagian rem tersebut.
6. Menyesuaikan Kaliper Rem
Selain mengatur setelan kabel rem, kamu juga bisa memperbaiki rem sepeda dengan mengatur setelan kaliper rem, khususnya kaliper dual pivot. Kamu bisa mulai mengatur setelan kaliper rem dengan cara:
- Periksa apakah jarak bantalan rem sudah aman, kemudian kendorkan baut penahan kabel dan tekan bagian kaliper rem secara perlahan. Setelahnya, kencangkan kembali sambil mencoba apakah fungsi rem sepeda sudah sesuai dengan yang kamu inginkan;
- Kencangkan penyetelan lateral lalu mundurkan sekitar empat hingga lima putaran;
- Kendurkan baut pemasangan kaliper dengan kunci Allen;
- Atur rem dan kencangkan baut pemasangan kembali dengan kuat;
- Putar sekrup setelan dan seimbangkan jarak bantalan antara sisi kiri dan sisi kanan; dan
- Sesuaikan kembali jarak bantalan dengan kabel jika diperlukan.
6A. Menyesuaikan Rim Brake
Membahas pengaturan rem U sepeda seringkali melibatkan penyesuaian kabel rem seperti yang telah kita bahas sebelumnya. Tapi jika bagian rem sepedamu mengeluarkan suara tajam, berdecit atau seperti ditarik ketika dipakai maka kamu harus mengganti atau menyesuaikan kembali setelan bantalan rem.
Untuk mengatur setelan bantalan rem U, maka ada beberapa langkah yang harus kamu lakukan, yaitu:
- Periksa bantalan rem
- Tarik tuas rem dan tentukan bagaimana kamu ingin mengaturnya
- Tahan bantalan rem pada tempatnya dan kendurkan baut penahan
- Pindahkan bantalan rem ke posisi yang benar
- Kencangkan kembali baut bantalan rem
6B. Menyesuaikan Disc Brake
Berbeda dari rem U, rem cakram memiliki rotor khusus yang terbuat dari cakram logam yang sudah dipasang di bagian tengah roda. Sayangnya, untuk mengecek keadaan rem cakram tidak bisa dilakukan dengan hanya melihat sekilas saja, pengecekan keadaan rem cakram perlu dilakukan dengan lebih detail. Berikut cara untuk memeriksa keadaan rem cakram:
- Balikkan sepeda dengan tegak dan biarkan sepeda bertumpu di stang dan sadel sepeda;
- Kalau posisi rotor yang ada di dalam kaliper rem tidak rata maka kamu perlu menyesuaikan kembali kalipernya; dan
- Lakukan test dengan putar roda dan tarik kembali tuas rem hingga kedua bantalan tersebut sejajar.
Jika jarak rotor tidak merata dan memerlukan penyetelan, ikuti langkah-langkah berikut:
- Kendurkan baut atas dan bawah kaliper secukupnya agar tidak terlepas;
- Putar roda dan tarik tuas rem dengan kuat untuk menyelaraskan kedua bantalan dengan rotor;
- Lepaskan tuas rem dan putar roda untuk memastikan kaliper tetap berada di antara bantalan rem;
- Jika jarak rem tidak merata, kendurkan baut dan ubah posisinya hingga tepat.
Jadi Tunggu Apa Lagi?
Nah, itu dia cara mengatur setelan rem sepeda secara mandiri. Kamu bisa menemukan berbagai rem sepeda dengan kualitas terbaik di Rodalink Indonesia. Tidak hanya menyediakan berbagai sepeda beserta tools sepeda khusus untuk keperluan service mandiri.
Jika kamu terlalu sibuk untuk menyetel rem sepeda sendiri, Rodalink Indonesia juga menyediakan kualitas service yang handal. Bahkan, setiap konsumen yang membeli sepeda di Rodalink berhak mendapatkan gratis service berupa “3X Free Basic Tune Up Service”, baca selengkapnya disini. Rodalink Indonesia hadir untuk menjadi solusi semua kebutuhan bersepeda. Karena Rodalink #HomeforCyclist





























