Apakah Sepeda Listrik Cocok untuk Perjalanan Jarak Jauh?
Saat ini, hobi bersepeda jarak jauh semakin menjamur. Banyak sekali cyclist yang mulai explore berbagai jenis sepeda yang cocok digunakan jarak jauh, termasuk sepeda listrik. Namun, banyak yang masih meragukan kemampuan sepeda listrik jika digunakan dalam perjalanan jarak jauh karena faktor kapasitas baterai yang terbatas.
Anggapan tersebut tidak sepenuhnya salah, tapi tidak sepenuhnya benar. Karena sepeda listrik atau e-bike juga memiliki berbagai keunggulan yang membuatnya bisa digunakan bersepeda jarak jauh. Simak artikel ini untuk menjawab pertanyaan “apakah sepeda listrik atau e-bike bisa dipakai jarak jauh?”.
Perbedaan Sepeda Listrik dengan Sepeda Konvensional
Hal pertama yang harus diketahui adalah perbedaan sepeda konvensional dengan sepeda listrik. Apa saja yang membuat sebuah e-bike lebih spesial dibandingkan dengan sepeda konvensional? Simak selengkapnya!
1. Komponen
Perbedaan paling mencolok dari sepeda konvensional seperti, sepeda gunung, sepeda hybrid, gravel bike, atau road bike dengan sepeda listrik adalah dari segi komponennya. Sesuai namanya, sepeda listrik menggunakan tenaga listrik untuk menghasilkan tambahan tenaga berupa support pedal assist bagi cyclist. Itulah mengapa sepeda ini memiliki beberapa komponen kelistrikan tambahan seperti baterai dan motor elektrik.
Baterai e-bike berfungsi menyimpan energi listrik yang akan disalurkan ke motor elektrik untuk mengaktifkan sensor pedal assist. Kemudian, sensor pedal assist akan mendeteksi kayuhan cyclist dan memberikan bantuan tenaga sesuai mode berkendara yang dipilih.
2. Berat Sepeda
Karena sepeda listrik memiliki beberapa komponen tambahan yang rumit, maka sudah jelas jika sepeda ini sedikit lebih berat daripada sepeda konvensional. Namun, karena e-bike memiliki tambahan tenaga dari motor listrik, membuat sedikit tambahan beban tak berarti selama mode assist dinyalakan.
3. Kecepatan & Jarak Tempuh
Faktanya, sepeda listrik bisa memberikan jarak tempuh yang lebih jauh melalui bantuan tenaga dari motor listriknya. Motor listrik mensubsidi sebagian beban tenaga yang dikeluarkan oleh cyclist saat mengayuh. Hal tersebut membuat cyclist bisa menggunakan tenaganya dengan lebih efisien untuk menempuh jarak yang lebih jauh.
Sedangkan untuk kecepatan, motor listrik e-bike biasanya memiliki batas kecepatan maksimal yang bisa dicapai dengan support pedal assist. Lebih dari batas kecepatan itu, maka akan kembali menggunakan tenaga cyclist. Misal, pada e-bike Polygon Kalosi Lanes Evo memiliki batas kecepatan support pedal assist max 32 km/jam. Lebih dari itu, maka pedal assist akan berhenti bekerja dan kembali menggunakan tenaga cyclist.
Apa yang Membuat Sepeda Listrik Sempurna untuk Perjalanan Jauh?
Teknologi tambahan pada e-bike berikut ini, sangat mendukung e-bike untuk perjalanan jarak jauh.
1. Pedal assist
Support pedal assist yang diberikan oleh sepeda listrik, membuat tenaga yang dikeluarkan oleh cyclist menjadi lebih efisien.
2. Jangkauan jarak lebih jauh
Kombinasi tenaga dari cyclist dan pedal assist akan mengurangi tenaga yang dikeluarkan oleh cyclist. Hal tersebut membuat cyclist menghemat energinya dan mampu menggunakannya untuk menempuh jarak yang lebih jauh.
3. Akselarasi instan untuk melibas tanjakan
Saat berkendara jarak jauh, Anda akan menghadapi berbagai jenis medan entah itu jalur rata, bergelombang, tanjakan, maupun turunan. Tanjakan seringkali menjadi masalah bagi cyclist yang menggunakan sepeda konvensional karena harus mengayuh lebih keras untuk naik.
Namun, sepeda e-bike bisa memberikan akselarasi instant saat cyclist mengayuh pedal dengan cukup kuat. Tanjakan bukanlah masalah bagi pengguna sepeda listrik.
Potensi Challenge Perjalanan Jauh dengan Sepeda Listrik
Menggunakan sepeda listrik bukan berarti Anda akan bebas dari tantangan yang mungkin ada selama perjalanan. Berikut beberapa tantangan yang umum dihadapi oleh cyclist saat berkendara jarak jauh dengan e-bike. Ketahui sejak dini dan lakukan beberapa hal untuk meng-antisipasi kemungkinan buruk terjadi.
1. Bobot tambahan
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, sepeda listrik memiliki bobot tambahan karena adanya komponen elektrik. Mungkin e-bike memiliki tenaga yang bisa menutupi beratnya, namun sepeda ini mungkin agak kurang lincah saat digunakan bermanuver di tikungan karena bobot tambahannya.
Hal tersebut dikarenakan faktor besarnya inersia pada sepeda e-bike. Inersia adalah kecenderungan sebuah benda mempertahankan posisi awalnya baik saat diam maupun dalam posisi bergerak, semakin berat sebuah benda maka inersianya juga akan semakin besar. Karena e-bike memiliki bobot tambahan, maka cyclist akan memerlukan waktu tambahan untuk berbelok di tikungan tajam. Anda bisa mengatasi hal ini dengan berlatih teknik bersepeda yang tepat secara rutin.
2. Keterbatasan kapasitas baterai
Sepeda listrik sangat mengandalkan baterai untuk melaju dengan powerful. Tetapi seperti yang sudah kita tahu, baterai memiliki kapasitas yang terbatas. Oleh karena itu, pilih sepeda listrik dengan kapasitas baterai yang besar agar bisa dipakai dalam perjalanan jauh. Pastikan juga untuk mengisi penuh baterai sepeda listrik sebelum digunakan. Selain itu, Anda juga bisa mengatur penggunaan pedal assist dengan lebih bijak dengan menggunakannya seperlunya saja. Gunakan mode eco saat melewati medan datar, mode high untuk jalan menanjak, dan mematikan pedal assist saat melewati turunan panjang.
3. Potensi error pedal assist jika sepeda tidak dirawat dengan baik
Bayangkan jika tiba-tiba pedal assist Anda mati di tengah-tengah perjalanan padahal baterai sepeda masih penuh. Tentu akan sangat merepotkan bukan mengayuh sepeda e-bike yang berat dengan tenaga sendiri?
Karena e-bike memiliki komponen kelistrikan yang canggih, sepeda ini bisa saja mengalami error pedal assist jika komponen kelistrikannya tidak dirawat dengan baik. Maka sebelum berkendara, pastikan semua komponen kelistrikan dalam keadaan baik. Kami juga menyarankan melakukan perawatan rutin pada komponen kelistrikan agar sepeda bisa dipakai dalam jangka waktu yang lama. Lakukan perawatan rutin sepeda listrik di outlet Rodalink. Klik disini untuk mengecek daftar outlet kami yang menyediakan layanan service e-bike.
Rekomendasi Sepeda Listrik Polygon
Anda tidak perlu bingung memilih e-bike yang berkualitas dan tangguh. Berikut kami rekomendasikan pilihan sepeda e-bike dari brand Polygon Bikes. Pastinya sepeda-sepeda ini sudah banyak memberikan pengalaman positif bagi cyclist yang menggunakannya untuk bersepeda jarak jauh.
1. Polygon Kalosi Miles
Sepeda ini sangat handal dalam hal kenyamanan dan efisiensi. Polygon Kalosi Miles adalah sepeda elektrik hybrid yang bisa memberikan support pedal assist hingga jarak kurang lebih 95 km saat baterai penuh dalam mode eco. Kalosi Miles menggunakan suspensi fork, sehingga tidak akan membuat bantingan sepeda ini terasa kaku saat melintasi jalanan yang tidak rata.
Polygon Kalosi Miles dilengkapi dengan Tektro HD-M27 hydraulic disc brake yang membuat mekanisme pengeremannya menjadi lebih akurat dan konsisten. Selain itu, sepeda ini bisa Anda sambungkan ke smartphone melalui aplikasi Polygon E-Bikes. Anda bisa mengatur kecerahan lampu dan level pedal assist (eco,normal,high) melalui smartphone secara langsung, canggih bukan? Dapatkan semua teknologi kelas atas sepeda ini di harga mulai dari 15 juta rupiah saja untuk mulai berpetualang!
Dapatkan Polygon Kalosi Miles Disini
2. Polygon Kalosi Lanes Evo High / Mid-Step
Sepeda ini merupakan e-bike terpopuler yang dimiliki Polygon. Sepeda ini memiliki dua model, high-step dan mid-step yang menjadi poin unggulan sepeda ini. Jika Anda ingin lebih mudah naik dan turun sepeda, maka pilih frame mid-step. Pada Kalosi Lanes Evo mid-step, desain top tube dibuat lebih rendah sehingga memudahkan cyclist untuk naik dan turun sepeda. Sedangkan, jika Anda ingin tampilan yang lebih sporty, maka pilih Kalosi Lanes Evo high-step. Karena top tube pada Kalosi high-step frame dibuat lebih tinggi untuk kesan yang lebih sporty.
Kalosi Lanes Evo menggunakan baterai Shimano BT-E8010 berkapasitas 504 Wh yang bisa memberikan support pedal assist hingga jarak 95 km dalam mode eco. Di sistem pengereman, Polygon Kalosi Lanes Evo menggunakan hydraulic disc brake, sehingga Anda akan lebih mudah mengontrol kecepatan sepeda ini dengan lebih konsisten. Explore lebih jauh dengan Kalosi Miles sekarang! Dapatkan sepeda elektrik canggih ini dengan harga di kisaran 20 juta rupiah. Klik tombol di bawah untuk informasi lebih lengkap.
Baca Juga: 4 Alasan E Bike dari Polygon Harus Jadi Pilihan Kamu
Kesimpulan
Akhirnya kekhawatiran banyak orang mengenai apakah sepeda listrik bisa dipakai jarak jauh sudah terjawab. Sepeda listrik atau e-bike memiliki berbagai keunggulan yang memungkinkannya untuk dipakai bersepeda jarak jauh dengan bantuan support pedal assist yang memberikan kekuatan kayuhan tambahan. Namun, pastikan kondisi sepeda Anda dalam keadaan sempurna agar perjalanan Anda lebih nyaman dan aman. Beberapa rekomendasi sepeda listrik yang kami rekomendasikan juga bisa Anda pertimbangkan untuk diajak berpetualang menjelajahi wilayah baru.
Jangan lupa melengkapi perjalanan Anda dengan berbagai aksesoris bersepeda untuk menunjang keselamatan dan kenyamanan selama bersepeda jauh. Temukan semuanya hanya di Rodalink, gabung sebagai member dan belanja sekarang untuk mendapatkan berbagai penawaran menarik termasuk potongan harga, promo, bonus item, dan gratis ongkir. Belanja di Rodalink sekarang!
Perlengkapan Bersepeda Jarak Jauh



































