Penting, Komponen Sepeda Balap Ini Harus Anda Perhatikan
Rem sepeda, menjadi komponen yang wajib dipelajari saat teman-teman mengayuh pedal dengan kuat dan kencang
Pada umumnya, saat pengendara mengayuh pedal dan mulai mengendalikan kecepatannya, kayuhan akan dikurangi dan rem akan ditekan. Perputaran roda sepeda akan berhenti atau juga bisa melambat sesuai kebutuhan pengendara saat situasi tertentu.
Sepeda balap jaman dulu menggunakan rem kaliper (U-Brake) sebagai sistem pengeremannya. Rem kaliper menawarkan keringan sehingga mensuport aerodinamis sepeda balap. Tetapi, akhir-akhir ini rem rotor atau yang sering disebut rem cakram sepeda balap populer di pasar. Tenang, jangan bingung, yuk kita bahas jenis-jenis rem dengan lengkap!
Jenis-Jenis Rem Sepeda
Sebelum membahas lebih detail, lebih baik kita mengetahui jenis-jenis rem sepeda yang ada. Berikut ini jenis-jenis rem sepeda, mungkin teman-teman ada yang pernah melihatnya tetapi tidak tahu namanya. Yuk kita bahas sekarang!
1. Rem Kaliper
Rem kaliper pada sepeda balap merupakan hal yang sering dipertimbangkan karena dianggap mensuport aerodinamis sepeda balap. Mengapa demikian? Karena rem kaliper hanya terdiri dari rem itu sendiri dan kampas rem. Menggunakan rim atau velg sebagai permukaan pengereman, sehingga dianggap tidak menambahkan beban pada road bike. Jenis rem ini memiliki poros ganda yang terdapat dua lengan. Opsi kontrol dan tenaga pengereman yang mudah membuat rem yang rerata digunakan untuk sepeda balap ini lebih mudah dirawat dengan pengaturan sederhana. Sehingga tidak jarang orang-orang selalu menganggap rem kaliper yang ringan cocok digunakan road bike atau sepeda balap untuk menunjang aerodinamis.
2. V-Brakes
Sekilas, rem V mirip dengan rem kantilever ya teman-teman. Tetapi, coba perhatikan deh, lengannya ternyata lebih panjang dibanding rem kantilever. Rem V atau dikenal juga dengan rem kantilever tarikan samping, biasanya dipasang pada rangka dan fork sepeda. Memiliki sistem pengereman dengan tenaga yang besar dan jarak bebas yang baik untuk digunakan daerah berlumpur maupun penggunaan off-road. Tak heran, jenis rem ini digunakan pada sepeda gunung pada mulanya, namun seiring berjalannya waktu juga digunakan pada sepeda touring dan komuter loh!
3. Cantilever Brakes
Cantilever brake atau yang sering dikenal dengan rem kantilever ini cukup mirip dengan rem V ya teman-teman. Rem ini dirancang sebagai rem pelek yang kaliper remnya disekrupkan pada kerangka sepeda. Kelebihan rem kaliver yaitu memberikan jarak bebas yang sangat ringan, sangat lebar dan memiliki kemampuan untuk mengerahkan daya ungkit lebih banyak pada pelek roda.
4. Disc Brakes
Disc brake atau yang kerap dikenal rem cakram atau rem rotor terpasang pada hub roda & garpu sepeda, kaliper akan mendorong bantalan ke rotor pada hub roda untuk pengereman. Rem sepeda ini mengalami peningkatan popularitas dari tahun 2018. Rem cakram semakin meningkat dari tahun 2018 sejak UCI secara resmi mengizinkan para profesional sepeda balap menggunakannya.
Meskipun tahun 2016, rem cakram sempat menjadi suatu yang yang kontroversial. Namun, beberapa pabrik tetap memproduksi sepedanya dengan menggunakan rem cakram. Hal tersebut tetap dilakukan karena sebagian kalangan menganggap bahwa rem cakram berkonsistensi berkendara di segala kondisi cuaca meskipun beratnya tidak lebih ringan dari rem kaliper.
4 Komponen Rem Sepeda
Setelah mengetahui jenis-jenis rem pada sepeda, mari kita bahas pada bagian komponen rem sepeda. Berikut ini 4 komponen rem sepeda yang perlu diketahui.
1. Brake Levers
Brake lever atau tuas rem adalah bagian rem yang paling sering bersentuhan dengan pengendara. Karena untuk memberhentikan/mengerem sepeda, pengendara harus menekan tuas rem agar sistem pengereman bekerja. Tuas rem pada sepeda balap berbeda dengan tuas rem pada sepeda pada umumnya. Hal ini disebabkan tuas rem sepeda balap menghadap kebawah dan terintegrasi dengan handlebar.
2. Brake Pads
Brake pads atau bantalan rem adalah komponen kecil tapi penting, karena komponen ini yang akan bersentuhan dnegan permukaan pengereman. Bantalan rem merupakan komponen pada rem yang harus diperhatikan oleh pengendara. Karena jika mengalami ke-aus-an pengendara harus segera menggantinya, kalau tidak akan sangat berbahaya bagi komponen lainnya bahkan bagi pengendara. Ada berbagai jenis bantalan rem sepeda balap yang disesuaikan dengan kompon pelek yang berbeda sesuai dengan kondisi cuaca. Bantalan rem untuk velg alloy menggunakan kompon bantalan yang berbeda dengan velg karbon.
3. Brake Cable
Brake cable atau kabel rem merupakan komponen yang mentransferkan gerakan pengereman dari tuas ke bantalan rem. Ada dua macam kabel rem pada sepeda, kabel rem yang berisikan inner cable atau minyak. Hal itu yang menyebabkan perbedaan di sistem pengereman, jika kabel rem berisikan inner cable, maka sistem pengereman yang digunakan adalah mekanikal. Sedangkan jika kabel rem berisika minyak, maka sistem pengereman yang digunakan adalah hidrolik (tekanan minyak).
Pada saat pemasangan kabel rem, Anda harus memastikan bahwa kabel yang dipasang pada sepeda balap atau road bike memiliki kualitas yang baik dan diberikan pelumas. Jika kabel rem sudah terkelupas atau rusak wajib segera diganti karena berpengaruh pada keselamatan berkendara.
4. Braking Surface
Braking surface aka. Permukaan rem adalah hal yang penting untuk dipertimbangkan saat membeli sepeda balap. Jaman ini, ada dua jenis permukaan rem yang populer. Pertama, permukaan rem di velg atau rim. Yang kedua, permukaan rem di rotor.
Permukaan rem harus rutin dibersihkan dari kotoran yang menempel, kondisi yang bersih akan memaksimalkan sistem pengereman pada sepeda balap. Bagi teman-teman, jangan malas ya untuk mengecek dan membersihkan permukaan rem sepeda balapnya ada kotor ataukah penyok sehingga berakibat pada rem sepeda.
Disc Brake vs. U-Brake
Kelebihan Disc Brake dan U-Brake
|
Disc Brake |
U-Brake |
|
| 1 |
Tidak merusak pelek sepeda |
Tenaga pengereman kuat |
| 2 |
Konsisten & responsif |
Ringan |
| 3 |
Tahan disegalai kondisi |
Mendukung aerodinamis |
| 4 |
Piringan tahan panas |
Stabilitas tinggi |
|
5. |
Perawatan & perbaikan mudah |
Perawatan & perbaikan lebih mudah |
Kekurangan Disc Brake dan U-Brake
|
Disc Brake |
U-Brake |
|
| 1 |
Komponen lebih kompleks |
Rentan kotor |
| 2 |
Lebih sensitif terhadap gesekan |
Roda rentan rusak |
| 3 |
Bobot lebih berat |
Bantalan cepat aus |
| 4 |
Memerlukan komponen tambahan (rotor) |
Kurang perform dikondisi basah/kotor |
Kesimpulan
Rem sepeda balap dianggap sebagai salah satu faktor penting untuk memilih sepeda balap. Jadi kalian tim yang mana? Sepeda balap rem kaliper (u-brake) atau sepeda balap rem rotor (disc brake)? Apapun referensi gaya sepeda balap mu, Rodalink menyediakan berbagai jenis sepeda balap berkualitas dari merek-merek terama. Temukan sepeda balap terbaik di Rodalink Indonesia sekarang! #HomeforCyclist

































