Bisakah Membawa Sepeda Lipat di Dalam Kereta? Ini Aturan dan Tipsnya
23 Januari 2026 - Saat ini, semakin banyak orang yang mempertimbangkan untuk membawa sepeda lipat di dalam kereta. Alasannya sederhana: sepeda bisa digunakan setibanya di kota tujuan tanpa perlu menyewa kendaraan lain. Kombinasi kereta dan sepeda lipat jadi solusi mobilitas yang praktis, terutama untuk perjalanan antar kota atau commuting jarak menengah.
Namun, sebelum membawa sepeda ke dalam kereta, penting untuk memahami aturan resmi yang berlaku agar perjalanan tetap nyaman dan tidak bermasalah di lapangan.
Aturan Resmi KAI Terkait Membawa Sepeda Lipat
View this post on Instagram
Secara umum, PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengizinkan penumpang membawa barang bawaan ke dalam kabin, termasuk sepeda lipat, dengan ketentuan tertentu. Berikut poin-poin penting yang perlu Anda pahami:
1. Sepeda Lipat Wajib Dalam Kondisi Terlipat
Hanya sepeda lipat yang diperbolehkan masuk ke dalam kabin kereta, dan itu pun harus dalam kondisi terlipat penuh. Sepeda yang tidak bisa dilipat atau masih dalam bentuk utuh tidak diperkenankan dibawa ke dalam gerbong penumpang.
2. Batas Berat dan Ukuran Barang
Sepeda lipat yang dibawa dianggap sebagai barang bawaan penumpang, sehingga harus memenuhi batas berikut:
- Berat maksimal: 20 kg per penumpang
- Ukuran maksimal: Diameter hingga 22 inch
Selama sepeda lipat Anda masih berada dalam batas ini, sepeda dapat dibawa masuk tanpa biaya tambahan.
3. Tidak Mengganggu Penumpang Lain
Sepeda lipat harus disimpan dengan rapi dan tidak:
- Menghalangi lorong atau pintu keluar-masuk
- Mengganggu kenyamanan penumpang lain
- Merusak fasilitas kereta
Petugas berhak meminta Anda menyesuaikan posisi sepeda atau berpindah tempat demi kenyamanan bersama.
4. Ikuti Arahan Petugas Kereta
Meskipun aturan tertulis memperbolehkan membawa sepeda lipat, keputusan di lapangan tetap mempertimbangkan kondisi kereta. Jika kereta sedang padat, petugas dapat memberikan arahan tambahan, dan sebaiknya hal tersebut diikuti.
Tips Agar Membawa Sepeda Lipat di Dalam Kereta Lebih Mudah
Agar proses membawa sepeda lipat berjalan lancar, ada beberapa hal praktis yang bisa Anda lakukan:
1. Lipat Sepeda dengan Rapi dan Konsisten
Pastikan sepeda benar-benar terlipat sesuai desain pabriknya. Sepeda yang masih “setengah lipat” berisiko dianggap terlalu besar atau mengganggu.
2. Gunakan Tas atau Cover Sepeda
Tas sepeda lipat membantu menjaga kebersihan kabin, melindungi sepeda, dan membuat bentuknya lebih ringkas. Ini juga memudahkan petugas melihat bahwa sepeda Anda memang siap dibawa ke dalam kereta.
3. Perhatikan Waktu Perjalanan
Jika memungkinkan, hindari jam sibuk. Kereta yang tidak terlalu penuh akan memudahkan Anda menyimpan sepeda tanpa mengganggu penumpang lain.
4. Pilih Area yang Tepat di Gerbong
Area dekat pintu atau ujung gerbong biasanya memiliki ruang yang lebih fleksibel untuk menyimpan barang bawaan besar, termasuk sepeda lipat.
Baca juga: Tips Merawat Engsel Sepeda Lipat Awet
Bagaimana dengan Sepeda Selain Lipat?
Untuk sepeda non-lipat seperti sepeda gunung, sepeda balap, atau sepeda hybrid berukuran penuh, aturan umumnya tidak mengizinkan sepeda tersebut dibawa ke dalam kabin kereta.
Jika Anda ingin membawa sepeda jenis ini, opsi yang lebih aman adalah:
- Menggunakan layanan pengiriman barang atau logistik
- Mengemas sepeda secara khusus sesuai ketentuan bagasi atau kargo
Dengan begitu, perjalanan tetap tertib tanpa mengganggu operasional kereta maupun penumpang lain.
Kesimpulan
Membawa sepeda lipat di dalam kereta diperbolehkan, selama sepeda dalam kondisi terlipat, memenuhi batas ukuran dan berat, serta disimpan dengan rapi. Aturan ini membuat sepeda lipat menjadi pilihan ideal bagi Anda yang ingin mengombinasikan perjalanan kereta dengan mobilitas personal di kota tujuan.
Jika Anda menginginkan fleksibilitas tinggi tanpa repot urusan logistik, membawa sepeda lipat di dalam kereta bisa menjadi solusi yang praktis, selama semua ketentuan dipatuhi.
Rekomendasi Sepeda Lipat yang Mungkin Anda Suka




























