Wajib Tahu! Komponen-Komponen Ini yang Membuat Sepeda Gunung Spesial

Serunya Bersepeda gunung

Tak kenal maka tak sayang. Berbicara tentang sepeda gunung, tentunya tidak akan lepas dari komponen di dalamnya. Mungkin kamu memiliki sepeda gunung, tapi pernahkah kamu penasaran mengapa sepeda gunung berbeda dengan sepeda-sepeda lain? 

Walaupun nampak sama seperti sepeda pada umumnya, namun sepeda gunung memiliki banyak komponen spesial, lho!. Komponen spesial ini yang menunjang perjalanan pesepeda di medan offroad. Apa kamu penasaran dengan komponen apa yang membuat sepeda gunung itu spesial? Berikut ini kami membahas komponen-komponen sepeda gunung dan apa yang membuatnya berbeda dengan sepeda lain. Simak sampai akhir! 

6 Komponen Penting Sepeda Gunung 

1. Frame Sepeda Gunung 

Frame Sepeda Gunung

Sepeda gunung punya frame yang spesial. Berbeda dengan sepeda balap yang hanya memiliki hardtail frame, sepeda gunung punya tipe frame lain yang bernama full-suspension atau dual suspension. Sepeda gunung dengan hardtail frame tidak memiliki suspensi belakang. Sedangkan sepeda gunung full-suspension, terdapat dua suspensi yang berada di bagian fork serta bagian tengah frame sepeda. 

Sepeda gunung atau MTB biasanya memakai bahan alloy yang tangguh di medan offroad. Akan tetapi, ada juga sepeda gunung yang memakai bahan carbon, lho! Atlet sepeda Sayu Bella bahkan berhasil memenangkan ajang Sea Games 2023 dengan memakai sepeda Polygon Syncline C Series yang berbahan dasar carbon lho! 

Top tube dari sepeda gunung lebih pendek daripada sepeda balap dan gravel. Hal ini dimaksudkan agar posisi pesepeda lebih agresif. Dua tipe bike frame sepeda gunung tentu saja memiliki berat yang berbeda. Biasanya, sepeda gunung dengan hardtail frame lebih enteng daripada sepeda dengan full-suspension frame. Buat kamu yang pemula dalam bersepeda di medan offroad, memilih sepeda gunung hardtail frame bakal jadi pilihan bagus karena selain lebih ringan, perawatannya juga lebih mudah. Namun, apabila kamu ingin performa maksimal dalam menaklukkan medan offroad yang sangat terjal, maka sepeda gunung jenis full-suspension juaranya.

Baca juga: 

Sayu Bella Menaklukkan Medan XC di Sea Games 2023 dengan Polygon Syncline C Series

2. Fork dan Suspensi Sepeda Gunung 

Fork dan Suspensi Sepeda Gunung

Seperti penjelasan sebelumnya, sepeda gunung punya punya frame yang spesial. Terdapat dua tipe frame sepeda gunung: hardtail dan full-suspension atau dual suspension. Sepeda gunung dengan hardtail frame tidak memiliki suspensi belakang. Sedangkan sepeda gunung full-suspension, terdapat dua suspensi yang berada di bagian depan (fork) serta frame sepeda (suspensi belakang). 

Fork atau garpu adalah komponen yang fungsinya menjadi penghubung antara roda (wheelset) bagian depan dengan kemudi dan frame. Sepeda gunung memiliki bagian bernama suspensi/suspension. Suspensi ini ada pada fork dan terkadang juga ada di tengah sepeda gunung (suspensi belakang). Suspensi belakang adalah komponen yang membedakan sepeda gunung dengan sepeda lainnya. Fungsi suspensi sendiri untuk meredam getaran pada sepeda gunung ketika melaju di medan offroad

Selain banyaknya suspensi, yang membedakan dari tipe sepeda gunung ialah panjang travel suspension. Panjang pendeknya travel ini berpengaruh pada pemilihan medan offroad. Contohnya, sepeda gunung XC (cross country) yang punya panjang travel suspension 100mm-120mm. Hal ini tentu berbeda dengan sepeda gunung Enduro yang punya travel suspension 150-180 mm karena diperuntukkan bagi medan yang lebih terjal. 

3. Sistem Pengereman Sepeda Gunung

Sistem Pengereman Sepeda Gunung

Sistem pengereman pada sepeda gunung kebanyakan memakai disc brake. Disc brake atau rem cakram cocok untuk sepeda gunung, karena rem cakram bisa digunakan di segala medan ekstrim. Akan tetapi, tak menutup kemungkinan kalau ada sepeda gunung yang memakai rim brake. Walaupun pada umumnya, sepeda gunung biasanya tidak memakai rim brake karena kurang efektif saat medan yang dilalui basah dan berlumpur. 

4. Komponen Kemudi Sepeda Gunung

Komponen Kemudi Sepeda Gunung

Saat mengendarai sepeda gunung kestabilan dan kenyamanan saat berkendara tentunya menjadi hal utama. Terlebih ketika mengendarai pada kecepatan tinggi dan medan offroad yang terjal. Tentunya kamu perlu memilih handlebar yang tepat. 

Sepeda gunung umumnya menggunakan flat handlebar atau rise handlebar. Flat handlebar dirancang agar posisi pesepeda bisa lebih condong ke depan. Sehingga, ketika ada perubahan arah yang cepat, sepeda gunung bisa dikontrol lebih baik dan sepeda tetap stabil. Di lain sisi, rise handlebar dibuat agar posisi pesepeda lebih tegak dan ideal dalam handling dan kontrol kemudi, terlebih waktu menghadapi medan turunan tajam dan kecepatan tinggi. Rise handlebar juga mampu meredam tekanan pada tangan lebih baik dibanding flat handlebar pada saat terkena getaran. 

Hal ini tentunya berbeda dengan sepeda balap yang biasanya memakai drop handlebar

Drop handlebar pada sepeda balap menawarkan keaerodinamisan dengan minimnya handling karena medan yang mulus. Berbeda dengan sepeda gunung yang membutuhkan handling lebih banyak dengan medan teknisnya, tentunya kurang cocok apabila sepeda gunung memakai drop handlebar. Selain itu, posisi duduk riders jadi membungkuk dan membuat kontrol sepeda gunung kurang maksimal. Bakal bahaya banget kalau kontrol sepeda gunung tidak maksimal.

Tak hanya handlebar, namun seatpost dan sadel  juga memiliki peran penting dalam mengendarai sepeda gunung. Beberapa sepeda gunung memiliki dropper seatpost yang sangat berguna ketika pesepeda menghadapi medan-medan tanjakan atau turunan. Untuk kenyamanan saat duduk, pesepeda harus mencoba sadel terlebih dahulu. Sadel yang tidak nyaman akan menimbulkan rasa sakit bagi tubuh. Maka dari itu, sepeda gunung biasanya memiliki sadel yang memiliki padding supaya riders nyaman.

5. Groupset Sepeda Gunung 

Groupset Sepeda Gunung

Groupset adalah kumpulan bagian sepeda yang terdiri dari cassette, crankset, rantai, brake, shifters, dan lain-lain. Nah, komponen-komponen inilah yang membuat sepeda kita bergerak maupun berhenti. 

Sepeda gunung dan sepeda lainnya tentu memiliki groupset yang berbeda. Sebagai contoh, perbedaan pada groupset sepeda gunung dan sepeda balap ada pada banyak dan ukuran sprocket.

Adanya hierarki dalam groupset yang bisa jadi pertimbangan dalam pemilihan sepeda, lho. Hierarki ini menentukan seberapa baik dan cocok kualitas groupset dengan kebutuhan sepeda. Jadi, ketika mau membeli atau upgrade sepeda gunung, kamu bisa memilih yang terbaik sesuai dengan kebutuhanmu. 

Hierarki yang kami bahas kali ini adalah hierarki milik groupset dari merk Shimano. Groupset Shimano sangat mudah ditemukan di pasaran. Tersedia groupset untuk beberapa kelas sepeda. Contohnya, sepeda gunung entry level biasanya memakai groupset Shimano Altus, Acera, Tourney, dan Alivio. 

Di sisi lain, groupset untuk sepeda gunung kelas menengah dari Shimano contohnya Shimano Deore dan Shimano SLX. Sedangkan untuk sepeda gunung kelas profesional, groupset Shimano Deore XT dan Shimano XTR lah yang sering dipakai. 

Shimano juga membuat groupset khusus untuk sepeda gunung downhill, yaitu groupset Shimano Zee dan Shimano Saint.

Sepeda gunung bisa memakai pedal flat dan clipless. Flat pedal di sepeda gunung membuat riders bisa menggerakan kaki dengan leluasa sehingga cocok untuk pemula. Di sisi lain, clipless pedal membuat tenaga kayuhan lebih efisien karena penempatan kaki di posisi tengah. 

6. Wheelset Sepeda Gunung

Wheelset Sepeda Gunung

Umumnya roda pada sepeda gunung berukuran 26”, 27.5”, atau 29” namun ada juga lho sepeda gunung yang memakai ban berukuran 24” dan 20”. 

Tapak ban juga berbeda yang mana tergantung jalan seperti apa yang akan dilewati. Berbeda dengan sepeda balap yang permukaan bannya licin, ban sepeda gunung memiliki banyak pola knob di permukaannya. Hal ini akan membantu sepeda gunung untuk berjalan di medan offroad karena knob akan memberikan cengkraman pada berbagai jenis permukaan jalan. Apabila permukaan yang akan dilewati sepeda gunung adalah permukaan batuan, tentu tapak ban dengan banyak knob akan cocok untuk itu. Jika jalan yang dilewati adalah semi offroad, maka ban semi knob akan bekerja lebih baik.

Dapatkan Sepeda Gunung Keren dan Original di Rodalink

Setelah memahami komponen-komponen sepeda gunung, apakah kamu berminat untuk memiliki sepeda gunung atau mau menambah koleksi sepeda gunung? Perlu diingat bahwa memilih sepeda gunung haruslah sesuai kebutuhan. Nah, jika kamu berminat untuk punya sepeda gunung keren, Rodalink adalah tempat terbaik untuk mendapatkannya. Rodalink punya banyak koleksi sepeda gunung dan suku cadang berkualitas dari brand terkemuka. Deretan sepeda gunung, aksesoris sepeda gunung, suku cadang sepeda gunung, dan lain-lain, tersedia di Rodalink. Kunjungi website Rodalink maupun outlet Rodalink Indonesia terdekat di kotamu dan temukan semua promo menarik. Wujudkan perjalanan bersepeda yang aman dan nyaman! 

Baca juga: 

Jelajahi Alam dengan Sepeda Gunung yang Cocok Untukmu

Rekomendasi Sepeda Gunung Harga Terjangkau 2024 

  1. Polygon Sepeda Gunung Syncline C5
    Polygon Sepeda Gunung Syncline C5
    Rp 21.000.000
    Rp 1.750.000 /bulan
    5 | 252 Terjual
  2. Polygon Sepeda MTB Dual Suspensi Siskiu D6
    Polygon Sepeda MTB Dual Suspensi Siskiu D6
    Rp 14.500.000
    Rp 1.208.334 /bulan
    5 | 289 Terjual
  3. Polygon Sepeda Gunung Cascade 3 2023
    Polygon Sepeda Gunung Cascade 3 2023
    Special Price Rp 2.835.000
    -10%
    Rp 3.150.000
    Rp 236.250 /bulan
    5 | 4rb+ Terjual
  4. Polygon Sepeda MTB Dual Suspensi Collosus N9 2023
    Polygon Sepeda MTB Dual Suspensi Collosus N9 2023
    Rp 41.000.000
    Rp 3.416.667 /bulan
    5 | 86 Terjual

LIHAT LEBIH BANYAK SEPEDA GUNUNG KEREN DI SINI

COBAIN SEWA SEPEDA GUNUNG SEBELUM BELI

Sewa Sepeda di Rodalink

Copyright © 2024 PT Rodalink Indo Tama. All rights reserved.
login