Memahami Perbedaan Flat Bar VS Drop Bar Untuk Gravel Bike
Keinginan menjelajah medan baru dan menantang bukan hanya menjadi angan – angan. Gravel bike dapat membawamu ke jalan off-road penuh tantangan, perjalanan panjang seperti touring hingga jalan berliku dan berkerikil tanpa harus mengorbankan kenyamanan. Seperti namanya, gravel bike memiliki kemampuan lebih untuk menghadapi berbagai medan, handal, kokoh dan kuat untuk digunakan dalam perjalanan panjang.
Sebagai sepeda yang high performance, sepeda gravel mampu menjadi partner yang bisa diandalkan di jalanan off-road hingga jalan raya perkotaan. Dengan memakai sepeda gravel, para cyclist bebas untuk menjelajah dan menciptakan memori cycling yang tak terlupakan. Sisi fleksibilitas dan ketangguhan yang dimiliki gravel bike membuat setiap pengalaman cycling jadi lebih aman dan nyaman.
Pemilihan Handlebar Pada Gravel Bike
Pemilihan tipe handlebar untuk sepeda gravel memiliki pengaruh langsung terhadap optimalnya manuver yang bisa dilakukan oleh para cyclist. Selain berperan sebagai alat mengendalikan sepeda, handlebar atau stang dapat membantu meningkatkan kenyamanan berkendara, dekat atau jauhnya jarak yang dapat ditempuh hingga mengoptimalisasikan energi yang dimiliki cyclist. Oleh sebab itu, setiap cyclist seharusnya bisa memahami perbedaan fungsi dan manfaat dari dropbar dan flat bar sebagai stang.
Penggunaan “DropBar” Pada Gravel Bike
Drop bar gravel bike merupakan hasil modifikasi dari bagian ujung stang road bike sehingga memunculkan tempat pegangan tangan yang jauh lebih lebar. Drop bar untuk gravel bike mengutamakan kecepatan, kontrol dan kenyamanan maksimal untuk cyclist.
Desain drop bar yang aerodinamis memberikan pilihan posisi riding yang lebih banyak sehingga cyclist bisa bebas mengubah posisi tangan saat berkendara. Pemilihan varian dropbar sebagai handlebar pada gravel bike dapat memberikan kenyamanan maksimal saat bersepeda di medan yang menantang dan jarak jauh.
Kelebihan Dropbar Untuk Sepeda Gravel
1. Memberi Lebih Banyak Opsi Ganti Posisi
Sebagai handlebar, drop bar menawarkan 3 posisi tangan yang berbeda – beda, yaitu di area bar top, hood dan drop. Hal ini tentunya akan sangat membantu untuk touring, perjalanan jauh atau medan menantang seperti off-road. Kebebasan berganti posisi membuat cyclist merasakan kenyamanan maksimal saat berkendara.
2. Desain Aerodinamis
Drop bar pada sepeda gravel didesain sedemikian rupa untuk bersifat aerodinamis. Hal ini memungkinkan para cyclist untuk bersepeda dalam posisi yang tepat demi mengurangi beban hambatan udara yang dihadapi ketika cycling. Posisi riding yang aerodinamis diketahui dapat meningkatkan kecepatan laju sepeda hingga 3.5km/jam.
3. Lebih Bertenaga di Tanjakan
Bagi cyclist, tanjakan tentunya memiliki kesulitan dan tantangannya tersendiri. Tidak setiap sepeda dapat dikendarai pada saat tanjakan. Hal ini tidak akan terjadi jika kamu memakai sepeda gravel. Ketika cyclist menempatkan posisi badan mereka lebih condong ke bagian depan maka ia dapat meningkatkan kekuatan daya ungkit ke bagian pedal. Selain itu, jika kamu menempatkan tangan pada posisi hood, maka kamu akan merasa lebih nyaman dan aman saat menanjak.
4. Lebih Gesit Saat Harus Melewati Celah Sempit
Saat menjelajah tempat baru, alam bebas atau medan menantang, terkadang cyclist harus melewati jalan atau celah yang sempit. Ukuran dropbar yang umumnya lebih kecil dari 20 cm memberikan kebebasan lebih kepada para cyclist ketika melewati jalan atau celah yang sempit atau saat cyclist harus bermanuver di sela – sela kendaraan di tengah kemacetan lalu lintas.
5. Lebih Efisien
Posisi riding yang aerodinamis akan membutuhkan pembakaran energi yang lebih sedikit untuk mencapai kecepatan tempuh tertentu. Secara otomatis, cyclist akan menghemat lebih banyak tenaga dan energi. Penggunaan energi saat perjalanan jauh dan medan off-road pun menjadi lebih efektif dan efisien.
Penggunaan “FlatBar” Pada Gravel Bike
Flat Bar merupakan salah satu jenis handlebars (stang) yang paling banyak digunakan pada sepeda, termasuk gravel bike. Desainnya praktis dan fungsional cocok digunakan untuk menjelajah jalan kasar berkelikir hingga berolahraga di medan yang menantang.
Material yang sering dipakai untuk pembuatan flat bar adalah karbon, aluminium hingga hi-ten steel (besi). Aluminium menjadi pilihan yang paling sering digunakan karena tahan korosi dan juga memiliki berat yang cukup ringan. Bahan besi (hi-ten steel) memang lebih kokoh dan mampu meredam getaran, tapi terasa lebih berat. Bahan karbon memiliki kekuatan yang baik, mempunyai bobotnya pun cukup ringan dan biasanya dibandrol dengan harga yang lebih mahal.
Kelebihan Flat Bar Untuk Sepeda Gravel
1. Praktis & Minimalis
Sebagian dari cyclist menginginkan sepeda yang tidak hanya praktis tapi juga minimalis. Desain flat bar yang sederhana juga memberi lebih banyak ruang bagi cyclist untuk memasang aksesoris tambahan pada area cockpit. Oleh sebab itu, para cyclist seringkali memilih handlebars dengan tipe flatbar saat memilih sepeda gravel.
2. Pengaturan Kontrol yang Lebih Baik
Saat digunakan, flat bar memberikan kontrol yang lebih baik kepada cyclist saat berkendara. Terutama saat sepeda gravel sedang bermanuver di jalur yang berliku dan jalan kasar berkerikil. Stang flat bar memberikan cukup ruang kepada cyclist untuk melakukan perubahan arah secara cepat & drastis saat benar – benar dibutuhkan.
3. Posisi Berkendara Lebih Aman & Nyaman
Penggunaan flatbar sebagai pilihan stang akan membantu para cyclist untuk mengambil posisi tegak dan dalam waktu yang sama. Flatbar juga mampu memberi kenyamanan ekstra dan tentunya lebih banyak pilihan supaya cyclist bisa terhindar dari posisi tubuh yang kurang sehat.
Rekomendasi Gravel Bike
Saat akan memilih handlebar untuk sepeda, sebaiknya kamu turut mempertimbangkan seperti apa gaya berkendara, intensitas pemakaian, jenis medan yang akan dihadapi hingga rasa aman dan nyaman saat berkendara. Flatbar cocok untuk para cyclist yang ingin mencari kenyamanan ketika melewati jalan yang kasar berkerikil serta penuh liku. Sementara dropbar cocok untuk para cyclist yang mengutamakan kecepatan dan kontrol yang presisi dalam menghadapi jalan off-road, touring atau perjalanan jauh hingga bermanuver di berbagai medan.
Untuk sepeda gravel yang menggunakan stang (handlebar) drop bar, maka Sepeda Gravel Marin Nicasio 2020 patut dijadikan pilihan untuk cyclist yang ingin memulai petualangan baru. Harga sepeda ini dibandrol dengan harga yang cukup terjangkau sambil tetap mengutamakan kualitas terbaik.
Jika kamu ingin merasakan performa maksimal, Sepeda Gravel Polygon Tambora G8X cocok untuk dijadikan partner menjelajah. Menggunakan frame berbahan karbon, kualitas shifting yang sempurna hingga penerapan teknologi Flip Clip untuk pengalaman bersepeda yang cepat dan lincah sambil tetap mengutamakan stabilitas dan kontrol maksimal. Sangat cocok untuk pembalap kompetitif, cyclist yang gemar touring atau sering menempuh perjalanan jauh.
Khusus untuk cyclist yang ingin mencoba stang tipe flatbar, kamu bisa mencoba Sepeda Gravel Marin DSX yang sudah berstandar dropper post routing khusus pembalap gravel dan cyclist yang sering menjelajah permukaan kasar.
Itu dia hal – hal yang perlu kamu ketahui tentang drop bar vs flat bar pada sepeda gravel. Temukan berbagai sepeda gravel dengan kualitas terbaik di Rodalink Indonesia. Untuk mendapatkan informasi promo terbaru, segera daftarkan diri sebagai member untuk mendapatkan berbagai keuntungan dan penawaran menarik.





















